NAMA. : ABDUL ROUF AL AYUBI
NIM : A02212024
FAKULTAS: ADAB FAHUM
PRODI : SPI
Pagi itu berbondong – bondong mahasiswa yang akan berangkat untuk melaksanakan pengabdian pada masyarakat dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata mulai merapat ke area kampus. Sebelum diberangkatkan, terlebih dahulu diadakan prosesi upacara serta pemberian wejangan agar nantinya pengabdian yang dilakukan dapat berjalan dengan baik tanpa hambatan suatu apapun. Kelompok kami, yakni kelompok 3 terbagi menjadi dua tim ketika berangkat, sebagian berangkat menggunakan elf dan sebagian yag lain berangkat menggunakan sepeda motor. Kurang lebih membutuhkan 4 jam perjalanan hingga kami sampai di madiun. Setelah kami diterima secara simbolik di kecamatan, perjalanan dilanjutkan ke desa tujuan masing – masing kelompok, dan kelompok kami meluncur ke Desa Bulakrejo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun.
Untuk satu bulan kedepan kelompok kami akan bertempat tinggal di rumah Bapak Suwaji, yang beliaunya sendiri merupakan Lurah atau Kepala Desa di tempat pengabdian kami. Sesampai di rumah beliau, kami disambut dengan senyuman ramah bapak Lurah sekeluarga. Didampingi Dosen Pembimbing Lapangan, kami dipersilahkan untuk memperkenalkan diri masing – masing serta kemudian diserahkan dalam pengasuhan bapak Lurah sebagai Dosen Pamong kami sebulan kedepan. Setelah itu barang – barang dirapikan dan kami bersiap untuk beristirahat. Minggu – minggu pertama kami di madiun dihabiskan dengan pembagian tugas harian, melakukan inkulturasi bersama warga, berkeliling desa, menemui para tokoh masyarakat, dan menawarkan diri untuk membantu mendampingi intansi pendidikan formal maupun non formal yakni TK, PAUD, serta TPA yang ada disana.
Penyambutan secara simbolik di Balai Desa dilakukan di awal minggu kedua, dikarenakan masih banyaknya acara para perangkat desa yang mana belum memungkinkan untuk acara penyambutan di minggu pertama kami disini. Oleh Bapak Lurah kami dipersilahkan untuk memperkenalkan diri di hadapan para perangkat desa yang hadir dalam acara penyambutan tersebut, saya selaku kordinator teman – teman kelompok 3, memperkenalkan diri terlebih dahulu, kemudian diikuti oleh rekan – rekan yang lain. Di minggu kedua itu juga kami mulai ikut dalam kegiatan belajar mengajar di lembaga pedidikan formal PAUD dan TK serta pendidikan non formal yakni TPA yang ada di Desa Bulakejo sendiri. Di minggu kedua ini juga kami mulai melakukan observasi penggalian data tentang aset apa saja yang ada di masyarakat, melakukan diskusi bersama warga apa saja potensi yang ada di desa Bulakrejo sendiri, ikut dalam kegiatan warga baik itu posyandu, yasinan rutin, latihan rebana di masjid, serta kami mengadakan senam pagi dan jalan – jalan bersama anak – anak desa Bulakrejo. Dari sini data potensi dan aset apa saja yang ada di Bularejo terkumpul berkat suport dari segenap warga serta tidak lupa perangkat desa, khususnya keluarga Bapak Lurah Suwaji sendiri.
Selanjutnya pada minggu ketiga merupakan minggu-minggu padat bagi kami, dimana saya dan kelompok mulai melakukan kegiatan program kerja yang akan dilakukan di desa bulakrejo. Adapaun program kerja yang kami lakukan yaitu program pelatihan keterampilan henna bagi ibu-ibu pkk Bulakrejo, pembuatan plang untuk program plangisasi yang merupakan program tambahan yaitu pembuatan plang untuk batas-batas dusun didesa bulakrejo serta nama masjid serta yang terakhir adalah pemanfaatan lahan kosong yang ada di daerah Bulakrejo sendiri. Untuk program pelatihan henna dilakukan pada hari minggu dimana sebelumnya sosialisasi telah dilakukan kepada ibu – ibu salah satunya ketika seusai kegiatan senam aerobik yang dilakukan di balai desa. Untuk peserta pelatihan sendiri kami batasi kurang lebih sepuluh orang dikarenakan keterbatasan sumber daya, dan alhamdulillah kegiatan pelatihan tersebut berjalan dengan lancar. Dari situ diharapkan dengan adanya pelatihan dapat mengembangkan ekonomi kreatif baru yang ada di desa Bulakrejo, khususnya di kalangan ibu – ibu. Di minggu ketiga ini persiapan kegiatan peringatan hari kemerdekaan sudah digalakkan, dimulai dengan kerja bakti bersama warga sekitar, dari mulai melakukan pemotongan dahan – dahan pohon yang kurang rapi, mengecat pohon dan begitu pula dengan aspalnya. Dari sii terlihat adanya rasa gotong royong yang tinggi diantara warga sendiri, baik warga dusun Bulakrejo, Setren, maupun Keungsemak.
Di semua dusun hampir para kepala dusun ikut ambil andil dalam kegiatan kerja bakti tersebut, bahkan di dusun yang kami tempati yakni Setren bapak Kasunnya ikut melakukan kegiatan pemotongan dahan – dahan pohon tersebut.
Hingga akhirnya memasuki minggu ke empat, kami mulai bersiap melakukan program penanaman pohon kelor di lahan kosong yang telah ditentukan. Dimana program penanaman lahan kosong ini sebelumnya telah dikoordinasikan dengan pak lurah dan warga sekitar terkait manfaat dan rencana penanamannya. Untuk penanaman pohon kelor sendiri dilakukan setelah kegiatan bersih desa atau nyadran, secara langsung didampingi oleh bapak lurah Suwaji bersama warga. Dari penanaman pohon kelor tersebut diharapkan lahan kosong yang ada bisa menjadi lebih produktif dan pohon kelor sendiri dapat membawa manfaat khususnya bagi kesehatan warga bulakrejo sendiri. Selain itu kami juga menyelesaikan penyusunan laporan KKN secara keseluruhan dari mulai laporan tulis maupun laporan video kami.
Untuk penutupan KKN secara simbolik dilakukan di kantor kelurahan Balerejo, dimana disitu apa yang telah kami kerjakan selama satu bulan dipresentasikan dihadapan pejabat kecamatan dan perwakilan dari Universitas, dengan dukungan dari kelompok saya presentasikan hasil kinerja kami selama sebulan dengan semaksimal mungkin meskipun dalam perjalanan presentasi ada saja kata – kata yang saya anggap kurang pas, namun akhirnya semuanya bisa selesai dengan baik. Kemudian untuk acara penutupan di desa diwarnai dengan kegiatan yasin dan tahlil bersama warga dan perangkat desa di balai desa, di sini saya sampaikan rasa terima kasih sekaligus permohonann maaf manakala selam satu bulan kegiatan kami ada hal yang kurang pas dimata warga masyarakat Bulakrejo, dan alhamdulillah warga masyarakat sendiri memaklumi dan mendoakan semua yang terbaik bagi kami kelak. Kemudian yang terakhir kami adakan penutupan secara pribadi bersama kelompok dengan makan tumpeng ala kelompok 3 serta mengagendakan bakar – bakar jagung bersama anak – anak kecil di sekitar basecamp kami.
Esoknya pada tanggal 18 Agustus 2017 kami pulang dari Bulakrejo pada siang hari, sebelum itu kami berpamitan dengan tetangga sekitar rumah. Dari sebulan melakukan kegiatan KKN di desa Bulakrejo memberikan berbagai kesan dan pesan, dari mulai rasa saling percaya, keramahan warga, hingga sikap gotong-royong saling membantu sesama warga
Satu-satunya Pria Tampan
Friday, February 23, 2018
Contoh refleksi KKN
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment